TKN94.COM,//Samosir -Akses jalan umum di Jalan Lingkungan Sitakkaren, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, kembali menjadi sorotan publik,Senin (15/9/25).
Sebuah mobil yang dibiarkan terparkir selama tiga bulan dan menutup jalur keluar-masuk permukiman akhirnya dipaksa keluar oleh warga setempat.
Edy Naibaho, salah satu warga terdampak, menegaskan bahwa masyarakat sudah sangat terganggu.
“Kami sudah melaporkan ke Polres Samosir, tapi alasan yang diberikan tidak masuk akal. Karena terganggu, kami akhirnya terpaksa mengeluarkan mobil itu.
Kami tidak takut dengan siapapun, termasuk dengan Jamin Naibaho, meskipun dia seorang pengacara. Ini kampung kami, tanah ini sudah ada sertifikatnya, bukan hanya milik dia,” ungkapnya.
Ia juga menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang dinilai lamban. “Kami kecewa dengan sikap Kasat Reskrim Polres Samosir yang terkesan lamban menyelesaikan masalah ini,” tambah Edy.
Sebelumnya, pada Selasa (2/9/2025), akses jalan yang sama juga sempat ditutup oleh seorang warga berinisial AN. Tindakan tersebut memicu keresahan karena menghambat aktivitas masyarakat, termasuk proses pembangunan rumah warga.
Hendrik Sitanggang, seorang pekerja bangunan yang terdampak, mengaku dirugikan akibat penutupan jalan itu. “Saya tidak tahu apa alasan bapak itu menutup jalan ini.
Yang pasti, pekerjaan kami terhambat. Saya membawa tukang dan pekerja lain, semua harus saya upah, tapi pekerjaan jadi terbengkalai,” ujarnya.
Menurut Hendrik, pihak kelurahan sudah menegaskan bahwa Jalan Lingkungan Sitakkaren adalah jalan umum yang seharusnya dapat digunakan masyarakat.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Lurah Pasar Pangururan, Tiodoran Br Manalu.
“Jalan Lingkungan Sitakkaren yang berada di Kelurahan Pasar Pangururan adalah jalan umum,” tegasnya singkat.
Berdasarkan data, jalan tersebut merupakan fasilitas umum yang dibangun menggunakan dana APBD dan PAPBD Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2016 dengan total anggaran sebesar Rp100 juta. Proyek peningkatan infrastruktur itu kala itu dikerjakan oleh CV Panalaksak.
Pantauan di lapangan menunjukkan, akibat penutupan jalan, pembangunan rumah warga terhambat.
Bahan material seperti semen, kerikil, dan pasir sulit masuk ke lokasi, sehingga berpotensi memicu gesekan sosial antarwarga.
Hendrik Sitanggang mengaku sudah melaporkan persoalan ini kepada Polres Samosir, namun hingga kini belum ada langkah konkret.
Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah bersama aparat kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas demi menjaga ketertiban umum serta mencegah terjadinya konflik horizontal.(Tim).









Komentar