TKN94.Com,BATANG KUIS, DELI SERDANG – Ketenangan para pedagang dan pengguna jalan di kawasan Batang Kuis Pekan, Kecamatan Batang Kuis, mulai terusik. Pasalnya, oknum yang mengatasnamakan salah satu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) diduga kuat melakukan praktik pungutan liar (pungli) secara sistematis terhadap pedagang kaki lima hingga pengelolaan parkir liar di bahu jalan.
Berdasarkan laporan di lapangan, aksi ini telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir dan menyasar para pedagang kecil yang berjualan di area pasar dan pinggir jalan protokol.26/1
Modus Operandi dan Keluhan Warga
Para oknum tersebut dilaporkan meminta sejumlah uang dengan dalih “uang pembinaan” atau “uang keamanan” secara paksa. Jika tidak diberikan, para pedagang seringkali mendapatkan intimidasi verbal hingga ancaman penggusuran lapak.
Pungutan Harian: Pedagang dipatok biaya tambahan di luar retribusi resmi pemerintah.
Parkir Liar: Penguasaan lahan parkir di titik-titik ramai yang menyebabkan kemacetan, tanpa adanya karcis resmi dari Dinas Perhubungan.
Intimidasi: Tekanan psikologis terhadap pedagang yang menolak membayar.
Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan kondisi ini. “Kami sudah bayar retribusi resmi, tapi oknum ini datang lagi minta jatah preman. Kalau tidak dikasih, jualan kami diganggu. Omzet lagi sepi, tapi pungutan makin berani,” ujarnya.
Desakan Tindak Tegas
Masyarakat dan komunitas pedagang setempat berharap pihak kepolisian, khususnya Polsek Batang Kuis dan Polresta Deli Serdang, segera turun tangan untuk menertibkan aksi premanisme berkedok organisasi ini.
Kemacetan yang dipicu oleh parkir liar di area tersebut juga semakin memperburuk citra kawasan Batang Kuis Pekan sebagai pusat ekonomi lokal. Warga meminta adanya pos penjagaan atau patroli rutin di jam-jam rawan untuk memberikan rasa aman.















Komentar