Dugaan Pungli APDESI Ulu Belu Berkedokan Dana Iyuran Dan Dana Publikasi!!!

TKN94.COM,Tanggamus-Lampung hangat menjadi pembicaraan di tengah masyarakat luas kisruhnya masalah pembayaran dana publikasi dikecamatan ulu Belu kabupaten Tanggamus, yang dikoordinir DPK ABDESI menjadi trending topik pemberita,an sejumlah media Online Jum,at 20 Desember 2024.

Kembali menjadi sorotan publik ( PUBLIK ) kepada 13 kepala Pekon (KAKON) dari 16 Pekon atau Desa, yang ada di kecamatan Ulu Belu, berdasarkan informasi yang berkembang dimasyarakat setempat, yang berhasil dihimpun oleh para awak media yang melakukan wawancara kepada beberapa narasumber bahwa, DPK APDESI Ulu Belu melakukan pungutan setiap tahunnya dengan modus mencatut nama APH(Aparat Penegak Hukum).

Menurut keterangan beberapa pejabat kepala Pekon (KAKON) yang ada dikecamatan Ulu Belu, yang minta identitasnya tidak disebutkan dengan alasan untuk menjaga hubungan sesama mereka dan pengurus APDESI tetap harmonis, untuk tahun 2024 mereka menyetor 15 juta setiap pekonnya.sesuai perminta,an APDESI.

Suharyono kepala Pekon Rejosari yang menjabat sebagai bendahara DPK APDESI, dalam keterangannya melalui Vidio call kepada para awak media membenarkan dan mengakui, adanya pungutan tersebut”, jadi gini kami ini sepakat mengumpulkan dana atau iyuran, untuk tahun 2024 ini itu sudah sepakat 15 juta tiap Pekon saya cuma menampung setoran dari teman-teman kakon kalo peruntukan dan realisasinya itu ketua, saya tidak pernah diajak atau dilibatkan terangnya”.

Ditemui dikantor Pekon datarajan sodri selaku sekertaris APDESI kecamatan Ulu Belu merasa pusing dengan carut marutnya pembayaran media ini, sesuai kesepakatan pada pertemuan antara APDESI dan ketua forum organisasi wartawan beberapa bulan yang lalu APDESI Ulu Belu membayarkan media yang berlangganan melalui ketua forum namun masih ada media yang belum terbayarkan paparnya”, dirinya juga mengaku dalam penyerahan dana kepada ketua forum dirinya tidak dilibatkan tegasnya”.

Sementara itu Hendi Antoni selaku ketua DPK APDESI kecamatan Ulu Belu, membantah keras semua tudingan yang ditujukan kepada dirinya.

“,tidak ada itu, tidak benar semua,saya saya tidak pernah ngasih APH dan APH Pun tidak pernah minta uang dengan saya, iyuran itu dari kami kepala Pekon dan untuk kami, contoh kalau kita mau memberikan ucapan berupa papan bunga, atau kata ucapan untuk kolega, paling-paling jika mau ketemu APH, bubuk kopi sebungkus dua bungkus. Kadang-kadang ada yang minta, madu,cuma sebatas ituaja dan itu pun uang pribadi ucapnya”.

Untuk menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat, dirinya dan jajaran APDESI Ulu Belu akan berkordinasi dengan sejumlah ketua forum organisasi wartawan yang berlangganan dikecamatan ini, sehingga ada titik temu dan penyelesaian”,ujarnya. Red

PEMKO BINJAI

Komentar