TKN94.COM, SIMPAN MAMPLAM
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di masjid syuhada LAPAN di jalan ujung raja Gampong Keude tambue dihadiri ribuan warga yang ada di kecamatan simpang Mamplam, Selasa (11/11/2024).
Kegiatan ini dimeriahkan dengan shalawat dan Zikir. Perangkat gampong berperan aktif dalam menyelenggarakan acara, memastikan semua berjalan lancar, meriah dan penuh rasa gembira serta antusias untuk mengikuti hari besar islam tersebut yang diadakan setiap tahun.
Banyak yang membantu dalam persiapan, dekorasi, dan menyajikan hidangan. Suasana kebersamaan dan kegembiraan terasa sangat kental, mencerminkan semangat dan rasa syukur atas ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan sebagai ajang untuk bersyukur kepada Allah SWT. Karena telah mengutus suri teladan bagi kita semuanya ke muka bumi ini, serta sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah, dalam acara maulid nabi Muhammad yang diadakan di masjid syuhada LAPAN, panitia mesjid memberikan santunan kepada anak yatim sebanyak 270 orang dari 41 desa yang ada di Kecamatan Simpang Mamplam. Santunan tersebut langsung diserahkan imum syiek dan Azahari Agani didampingi para Keuchik masing – masing desa.
Keuchik Muhammad selaku tuan rumah yang berkedudukan di wilayah mesjid syuhada, Keude tambu turut mengundang, Danramil Samalanga, Musfika, Kepala KUA, KA POS POL simpang Mamplam, imun meunasah, tokoh masyarakat, tuha Peut, para Keuchik dan perangkat desa, santri Dayah mudi mesra, santri Dayah ihyaul ulum, santri Dayah rauzatul muta alaimin, para dewan guru yang ada di kecamatan Simpang Mamplam.
Acara maulid nabi Muhammad SAW ini terselenggara berkat dukungan bantuan dari masyarakat yang ada lima desa dan donatur yang ada di kecamatan Simpang Mamplam maupun luar kota,. Dana tersebut dikoordinir langsung oleh Abun Talib selaku imum syiek, ketua panitia pelaksana maulid Azhari Agani, sekretaris panitia pelaksana Malidar, bendahara perlaksana Teungku Busairi.
Uang yang terkumpul dibelikan tiga ekor kambing untuk dimasak malam hari dan dimakan bersama – bersama para orang tua dan muda yang hadir di mesjid syuhada, dan dua (2 ) ekor lembu untuk persiapan di hari maulid, agar acara sukses serta meriah dan untuk dihidangkan dan dimakan di hari maulid nabi Muhammad SAW dengan sajian makan bu kulah (nasi yang dibungkus dari daun pisang )
Peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengambil hikmah, kearifan, mengenang kembali perjalanan hidup, ajaran, dan keteladanan Nabi Besar Muhammad SAW yang diwariskan kepada umat manusia sepanjang masa dan suri teladan dengan akhlakul karim, berakhlak mulia yang wajib kita ikuti.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang Nabi, tetapi juga ini mempererat tali silaturahmi antara warga. semoga semangat peringatan ini dapat terus dipelihara dan diwariskan ke generasi mendatang.
( Chan/ MD)














Komentar