TKN94.COM,Brebes – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggulirkan Program Padat Karya Tunai (PKT) melalui Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung Asta Cita swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pada 2024, program ini menjangkau 12.000 lokasi dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 209.854 orang.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU Bob Arthur Lombogia menyampaikan kegiatan padat karya di bidang sumber daya air ini berupa pekerjaan peningkatan saluran irigasi tersier, dimana saluran alam/tanah dibangun menjadi saluran dengan pasangan batu / lining yang melibatkan petani atau penduduk setempat. Dalam pekerjaan ini petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga diharapkan dapat menambah penghasilan para petani ataupun penduduk desa.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan program padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2024. Pelaksanaan P3-TGAI dilakukan sesuai dengan Pedoman Umum dan Petunjuk Teknis P3-TGAI Tahun Anggaran 2024.Program ini terbagi dalam tiga tahap, dengan total anggaran Rp 2,7 triliun. Hingga 12 November 2024, capaian fisik P3-TGAI Tahap I dan II telah mencapai 93,40%, sementara Tahap III masih dalam proses dengan progres 36,50% yang ditargetkan akan selesai pada minggu ketiga Desember 2024.
Beberapa desa di wilayah kabupaten brebes juga mendapatkan program Percepatan peningkatan Tata guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari kementrian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat direktorat jenderal sumber daya air ,melalui Balai Besar wilayah sungai Cimanuk cisanggarung .beberapa desa di wilayah kabupaten brebes yang mendapatkan program P3-TGAI tahap 3 di antara desa babakan kecamatan losari mendapat dua titik yaitu di Daerah irigasi ,Jengkelok,desa babakan ,kecamatan losari yang seharusnya di laksanakan secara swakelola oleh P3A SUBUR desa babakan ,namun di pelaksanaan di kerjakan oleh pihak ke tiga,dan satu lagi di lokasi yang sama ,yang melalui P3A SUBUR TANI MAKMUR ,yang harusnya swakelola tapi kegiatannya di laksanakan oleh pihak ke tiga dengan rekanan yang sama.dari luar kecamatan.
Selain dua desa di wilayah kecamatan losari ,masih banyak desa yang mendapatkan program P3-TGAI tahap 3 ,di antaranya desa bandungsari kecamatan banjarharjo melalui P3A DHARMA TIRTA SUKA MAJU.desa bandungsari kecamatan banjarharjo.

Dengan adanya program P3-TGAI ,pemerintah berharap bisa lebih meningkatan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat petani ,agar supaya bisa mendapatkan pemasokan air,guna meningkatkan produk pertanianan ,namun sangat di sayangkan dalam pelaksaan kegiatan program P3-TGAI belum semua P3A bisa melaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis yang ada ,bahkan banyak yang di pihak ketigakan,atau di rekankan sehingga tidak ada pemberdayaan masyarakat sekitar.
Selain tidak adanya pemberdayaan masyarakat setempat ,pelaksanaan kegiatan program P3-TGAI di wiliyah kabuapten brebes terkesan asal asalan,dari pantauan team investigasi Yayasan Buser Indonesia di lokasi kegiatan .penggunaan bahan material baik batu maupun pasir yang di gunakan kurang layak.karena kebanyakan mengunakan pasir ladu atau pasir atlas yang kandungan lumpurnya sangat tinggi ,dan batu yang di gunakan kebanyakan batu cadas,adapun sebagian juga menggunakan batu blonos.
Seperti hasil pemantauan team investigasi pada hari jumat (22/11/2024) di lokasi kegiatan yang di desa bandungsari kecamatan banjarharjo,kegiatan P3-TGAI di D.I KABUYUTAN ,DESA BANDUNGSARI .pelaksanaan terkesan asal asalan pasalnya selain penggunaan batu cadas dan batu blonos dan pasirnya menggunakan pasir atlas ,dan pemasangan batunya juga di duga kurang sesuai dengan ketentuan pasalnya dalam pemasangan dinding draenase yang umumnya lebar bawah 35/40cm dan lebar atas kurang lebihnya 30 cm .namun di pemasangan batu yang di D.I KABUYUTAN ,DESA BANDUNGSARI kurang dari itu bahkan lebar bawah hanya satu batu dan di ganjel dengan batu blonos.dan pemasangan batu dinding juga tidak ada pondasi yang di tanamkan.
Menurut keterangan dari tenaga kerja yang di mintai keterangan oleh awak media mengatakan tidak tau pelaksana siapa,bahkan di lokasi juga tidak ada kepala tukangnya .dan setelah awak media mencari imformasi pelaksanaan siapa ,akhirnya di ketahui bahwa kegiatan P3-TGAI di D.I KABUYUTAN ,DESA BANDUNGSARI ,di laksanakan oleh salah satu perangkat desa setempat.setelah mendapatkan no whatsapnya ketika awak media mencoba menghubunginya ,untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.sampai saat ini berita di terbitkan pihak pelaksana kegiatan P3-TGAI di D.I KABUYUTAN ,DESA BANDUNGSARI ,belum bisa memberi keterangan.
Pewarta : Marlan









Komentar