TKN94.COM,Samosir-Aksi kekerasan yang dialami oleh warga Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir bernama Ernimariaty Nainggolan (40) beberapa waktu yang lalu, yang kini menjadi sebuah kasus Tindak Penganiayaan serta hal tersebut telah di laporkan kepada pihak yang berwajib.
Dikabarkan,kasus Tindak Penganiayaan tersebut kini hanya berjalan di tempat alias belum ada titik terang dari Penegak Hukum wilayah Kabupaten Samosir (POLRES SAMOSIR).
Menurut informasi yang dirangkum targetkasusnews, dari sejumlah saksi-saksi,AS (30) salah satu saksi yang telah di periksa oleh pihak Polres Samosir kini keberadaannya bak ditelan bumi.
Sebelumnya,AS (30) kepada targetkasusnews perihal kasus tersebut menyampaikan,Kami memang minum sama kak Mona (Ernimariaty Nainggolan), Sitanggang, Sizebua, Sihalawa,Si Pardede di BB Lae,”ucapnya pada 14 Januari 2025 lalu.
Di BB pun… orang itu udah ribut Lae,,,karena kemarin Sitanggang sempat mau mengajak kakak Mona ngentot (Berhubungan Intim),karena kak Mona gak mau makanya dia (Sitanggang) jadi dendam,”jelasnya.
Di BB pun orang itu udah ribut Lae,dibilang Sitanggang nya sama kak Mona “AHA HU PAMATE MA HO BUJANG INAM (Apa kumatikan kau nanti PEPEK MAMA MU) bukan karena BIL (BON MINUMAN) tapi karena Sitanggang udah dendam sama kak mona,”Tambahnya.
Saat di singgung tentang keberadaan nya AS mengatakan saat ini posisinya sedang diluar kota serta AS mengaku ada yang mengintervensi dirinya (MENGANCAM).
Sementara itu,Chandra Hutapea selaku penyidik Unit Pidum, menjelaskan bahwa kasus ini awalnya ditangani oleh Unit Laka sebelum dilimpahkan ke Unit Reskrim berdasarkan hasil visum.
“Kami bekerja berdasarkan hasil visum dan telah memeriksa dokter yang melakukan visum. Itu yang menjadi dasar kami,”ucapnya Chandra di ruang kerjanya pada Kamis 16 Januari 2025.
Dan untuk perihal berkas-berkas kasus ini Pak Purba lah sebagai Kanit yang baru untuk menangani nya,bukan saya lagi saya sudah dipindahkan,”Tambahnya.
Terpisah, Narasumber yang tidak mau dituliskan namanya kedalam pemberitaan
kepada targetkasusnews,Kamis (16/1/25)
menyampaikan,Si AS (nama di samarkan) sudah pernah di diperiksa polisi,dan AS sendiri pun sudah mengaku sama Polisi yang memeriksanya itu, bahwasanya itu bukan Tabrakan tapi dipukul,”sebutnya narasumber tersebut sekaligus yang menjadi saksi pada saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang digelar oleh Unit Pidum Polres Samosir beberapa hari yang lalu.
Kami jadi bingung melihat kejadian ini semua,masak saksi yang jelas-jelas sudah ada dan saksi mengakui kejadian yang sebenarnya itu,masak pelaku tidak ditangkap,saya sendiri pun menjadi saksi nya dalam kasus ini dan bukan hanya saya saja masih ada warga setempat disini,si AS ini dan CCTV yang punya masyarakat disini,masak pelakunya tak tertangkap juga,”Ungkapnya.
Dan saya pun baru tadi menerima kabar, semalam itonya si Mona (Abang Korban) mendatangi kantor polres untuk meminta penjelasan tentang kasus ini,tapi katanya polisi mempersulit serta seperti ada yang disembunyikan,maunya jujur aja lah penyidik yang marga Hutapea itu kasihan lah sama masyarakat kecil,”lagi katanya.
Mau nya polisi ini jangan lah seperti ini kasihan lah melihat masyarakat yang susah ini, jangan lah lagi disusahkan tapi dibantu lah, sedangkan saya sendiri aja siapnya menjadi SAKSI,dan keterangan saya sendiri aja pun sudah diminta polisi itu nya,kasihan lah sama si MONA itu,lihat lah dulu keadaan dia itu kemana nanti anaknya itu,anaknya itu masih kecil,”Tambahnya dengan nada isak tanggis.
Semoga saja lah Tuhan membuka jalan untuk menangkap pelakunya,Dan semoga juga lah Tuhan membuka hati nuraninya si AS ini untuk jujur kepada pihak kepolisian,dan semoga juga lah kepolisian yang baik jangan lagi melepaskan pelaku yang sudah ditangkap,dan saya pun masih percaya pasti masih ada pihak-pihak kepolisian yang baik hatinya serta jujur untuk menangkap pelaku kejahatan khususnya di Kabupaten Samosir ini,”Harapnya.
Belakangan diketahui nama BB adalah suatu tempat hiburan malam yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pangururan.(Tim).









Komentar