TKN.com,TANGGAMUS, Lampung— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul laporan mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berpotensi menimbulkan hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus.
Dalam surat bernomor 360/2466/46/2026tertanggal 5 September 2026, BPBD Tanggamus menyebut imbauan tersebut juga menindaklanjuti surat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga)
BPBD meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang disampaikan oleh PVMBG, BPBD, BMKG, maupun pemerintah daerah
Warga diminta kurangi aktivitas luar rumah
Jika terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan diminta mendapat perhatian lebih.
Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, BPBD mengimbau penggunaan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai. Masyarakat juga disarankan menggunakan kacamata pelindung jika memungkinkan untuk mencegah abu vulkanik masuk ke mata.
Selain itu, pintu, jendela, ventilasi, dan celah rumah lainnya diminta ditutup rapat guna mengurangi masuknya abu vulkanik ke dalam ruangan.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk melindungi sumber air bersih dan tempat penampungan air dengan menutupnya agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Warga diminta tidak mengonsumsi air maupun makanan yang telah terkontaminasi abu vulkanik. Sebelum digunakan, bahan makanan dan peralatan makan juga perlu dibersihkan terlebih dahulu.
Abu di bangunan harus dibersihkan hati-hati
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membersihkan abu vulkanik, terutama yang menumpuk di bangunan.
Abu vulkanik yang menumpuk terlalu tebal di atap dapat menambah beban bangunan dan berpotensi menyebabkan kerusakan. Karena itu, proses pembersihan harus dilakukan secara hati-hati.
Abu juga sebaiknya tidak ditiup menggunakan alat yang dapat membuatnya kembali beterbangan. Jika kondisi memungkinkan, abu dapat dibasahi secara ringan agar tidak mudah beterbangan saat proses pembersihan.
Masyarakat yang terkena abu vulkanik pada mata juga diingatkan tidak menggosok mata Mata segera dibilas dengan air bersih. Apabila mengalami iritasi berat, gangguan penglihatan, atau keluhan kesehatan lainnya, masyarakat diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pengendara diminta waspada
Potensi hujan abu vulkanik juga dapat mengganggu aktivitas lalu lintas. Pengendara sepeda motor maupun kendaraan lainnya diminta mengurangi kecepatan, menggunakan masker dan pelindung mata, serta meningkatkan kewaspadaan.
Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
BPBD Kabupaten Tanggamus juga meminta jajaran kecamatan memantau perkembangan informasi mengenai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau serta melaporkan kondisi atau kejadian darurat kepada BPBD Kabupaten Tanggamus.
Selain itu, pemerintah kecamatan diminta berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, TNI/Polri, serta perangkat daerah terkait dalam menangani dampak bencana.
Pemantauan juga mencakup kondisi fasilitas umum, jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, jaringan air bersih, serta sarana dan prasarana lainnya yang terdampak abu vulkanik.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada sumber resmi pemerintah.( Zainal )










Komentar