TKN.com,,Rohul. Camat Tambusai Utara Sunarji ,S.Pd Hadri Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VI Tingkat Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (5/9/2026) pukul 14.00 wib , di MDTA Daarussalamah, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 September 2026, tersebut diikuti peserta dari 16 kecamatan se-Kabupaten Rokan Hulu. Para santri berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga, seni, dan keterampilan keagamaan.
Bupati Rokan Hulu berhalangan hadir dan diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Margono, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, Margono menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Rokan Hulu.
Ia mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kekompakan, serta mengedepankan kejujuran selama mengikuti perlombaan. Margono kemudian secara resmi membuka PORSADIN VI Tingkat Kabupaten Rokan Hulu.
Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd.I.; Camat Tambusai Utara, Sunarji, S.Pd.; Sekcam Usmanto; Kepala Desa Bangun Jaya, Yusrianto; Pimpinan Ponpes Ahmad Faqih Al Asy’Ari, S.Pd.I.; serta Ketua Panitia, Amir Syahputra, M.Pd.
16 Kecamatan, Satu Panggung Prestasi
PORSADIN VI menjadi ajang pertemuan sekaligus kompetisi bagi para santri dari seluruh wilayah Rokan Hulu. Sebanyak 16 kecamatan berpartisipasi untuk menguji kemampuan dan menunjukkan hasil pembinaan masing-masing.
Cabang yang diperlombakan cukup beragam, mulai dari pidato Bahasa Arab, pidato Bahasa Indonesia, tahfiz, tilawah, cerdas cermat, azan, puisi Islami, shalawat, kaligrafi, badminton, hingga lari/sprint.
Keragaman cabang tersebut menunjukkan bahwa potensi santri tidak hanya terletak pada penguasaan ilmu keagamaan, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi, seni, kecerdasan, kreativitas, serta bidang olahraga.
Namun, PORSADIN tidak semestinya berhenti pada persoalan siapa yang membawa pulang piala.
Yang jauh lebih penting adalah langkah yang dilakukan setelah kompetisi berakhir.
Prestasi yang lahir dari PORSADIN membutuhkan pembinaan lanjutan. Santri yang memiliki kemampuan di bidang tahfiz, tilawah, pidato, kaligrafi, maupun olahraga perlu mendapatkan ruang untuk berkembang hingga mampu bersaing di tingkat provinsi, bahkan nasional.
Begitu pula lembaga pendidikan diniyah. Perhatian terhadap madrasah diniyah tidak cukup hanya diberikan ketika agenda perlombaan berlangsung. Diperlukan pembinaan yang berkesinambungan agar potensi para santri tidak berhenti sebagai prestasi sesaat.
Jangan Sekadar Meriah di Pembukaan
PORSADIN VI juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat perhatian terhadap pendidikan diniyah.
Kehadiran Staf Ahli Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama Rokan Hulu, serta jajaran pemerintah kecamatan menunjukkan adanya dukungan terhadap kegiatan tersebut. Namun, dukungan itu idealnya diterjemahkan dalam bentuk perhatian yang berkelanjutan terhadap pembinaan santri dan lembaga pendidikan diniyah.
Sebab, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan membangun fisik dan infrastruktur. Pembentukan karakter, moral, dan kemampuan generasi muda juga merupakan investasi jangka panjang.
PORSADIN VI Rokan Hulu pada akhirnya bukan hanya tentang perlombaan selama dua hari di Tambusai Utara.
Kegiatan ini merupakan momentum untuk membuktikan bahwa santri Rokan Hulu mampu berprestasi, berkompetisi secara sportif, serta menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan berdaya saing.
Ketika rangkaian PORSADIN ditutup pada 6 September nanti, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, melainkan seberapa serius pembinaan terhadap para juara dan seluruh peserta akan dilanjutkan,” ungkapnya mengakhiri .
Kegiatan berjalan dengan khidmat , lancar dan sukses sampai akhir .
( EYT )










Komentar