Target Kasus New 94 com
Medan –24-juni-2026 Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Peduli Pendidikan Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kantor Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Rabu (24/6/2026). Aksi dipimpin Koordinator Lapangan Robi Anshori Silaen dengan Koordinator Aksi Dzawin Noor.
Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah dugaan terkait proyek pengadaan meubelair sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Sumatera Utara. Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut secara transparan, profesional, dan independen.
Menurut Dzawin Noor, aksi tersebut berangkat dari informasi dan temuan yang menurut mereka diperoleh di lapangan mengenai adanya dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proyek meubelair sekolah di Sumatera Utara. Massa menilai pengadaan tersebut seharusnya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan pihak tertentu.
Dalam tuntutannya, para demonstran menduga terdapat intervensi untuk mengarahkan pemenang tender oleh oknum berinisial AS bersama sejumlah pejabat struktural di lingkungan Dinas Pendidikan Sumatera Utara. Mereka juga menyampaikan dugaan bahwa oknum berinisial FG, yang disebut sebagai seorang kepala seksi di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, diduga membackup atau mengawal pengaturan proyek tersebut.
Selain itu, peserta aksi juga mendalilkan adanya dugaan peran FG bersama sejumlah oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Sumatera Utara dalam melakukan intervensi terhadap proses penempatan atau titipan pengangkatan pejabat tertentu, termasuk jabatan struktural di dinas, kepala sekolah, maupun kepala cabang dinas. Dugaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari aspirasi massa aksi dan hingga kini belum dibuktikan melalui proses hukum.
Massa juga mengaitkan banyaknya paket pengadaan meubelair yang mengalami tender ulang dengan dugaan adanya intervensi dari pihak-pihak tertentu. Menurut mereka, tender ulang diduga terjadi karena hasil proses pemilihan penyedia tidak sesuai dengan keinginan oknum yang mereka tuding terlibat. Namun demikian, tuduhan tersebut masih berupa klaim peserta aksi dan belum memperoleh pembuktian di hadapan hukum.
Selain FG dan AS, demonstran meminta aparat penegak hukum memeriksa pihak berinisial AD, DV, dan AY yang mereka sebut memiliki peran dalam dugaan pengaturan proyek tersebut.
Dalam aksi tersebut, Aliansi Aktivis Peduli Pendidikan Sumatera Utara menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
Mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyelidiki dugaan keterlibatan oknum berinisial FG secara profesional, transparan, dan independen.
Meminta pemeriksaan terhadap pihak berinisial AS, AD, DV, dan AY atas dugaan yang disampaikan dalam aksi.
Mendorong penegakan hukum terhadap dugaan praktik KKN dalam proyek meubelair sekolah di Sumatera Utara.
Mengajak masyarakat dan media turut mengawal proses penanganan dugaan tersebut demi mewujudkan tata kelola pengadaan yang bersih dan akuntabel.
Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan diwarnai seruan agar sektor pendidikan di Sumatera Utara terbebas dari praktik korupsi serta intervensi yang dapat merugikan kepentingan publik.
Sumber (Ansori silaen)
JP/tim















Komentar