DUGAAN BIMTEK BERMASALAH DI SEKRETARIAT DPRD SAMOSIR, ABSENSI PESERTA DIDUGA DIMANFAATKAN UNTUK PENCAIRAN DANA

TKN.com,Samosir – Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Samosir menjadi sorotan publik,Sabtu (30/5/26).

 

Kegiatan yang menelan anggaran cukup besar tersebut diduga menyimpan sejumlah kejanggalan, khususnya terkait data kehadiran peserta dan pencairan anggaran kegiatan.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber, kegiatan Bimtek tersebut diikuti oleh lebih dari 40 peserta dengan nilai anggaran berkisar antara Rp4,5 juta hingga Rp7,5 juta per orang.

 

Namun, sejumlah nama yang tercantum dalam daftar hadir dikabarkan diduga tidak mengikuti kegiatan sebagaimana yang tercatat dalam dokumen administrasi.

 

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa absensi peserta dimanfaatkan sebagai dasar pencairan dana kegiatan.

 

Bahkan, terdapat informasi yang menyebutkan bahwa dana yang diduga berkaitan dengan peserta yang tidak hadir tidak dikembalikan ke kas daerah, melainkan diduga dikelola oleh pihak tertentu yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

 

Atas dugaan tersebut, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dikabarkan telah menyampaikan laporan resmi kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

 

Laporan tersebut meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan Bimtek, mulai dari surat tugas, daftar hadir, laporan pertanggungjawaban (SPJ), hingga dokumen pencairan anggaran.

 

Menurut pihak pelapor, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran publik.

 

Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut guna memastikan tidak terjadi kerugian keuangan negara maupun daerah.

 

Selain itu, masyarakat juga meminta agar seluruh pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban kegiatan dimintai keterangan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Samosir belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

 

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang sesuai dengan kaidah jurnalistik.(Tim).

Komentar