TKN94.COM//Tanggamus- Pemerintah Pekon Banjar Agung Ilir Kecamatan Pugung, kamis 21 Agustus 2025. Sebagai penggerak bergotong royong dari 4 PEKON Tangkit Serdang, talang lebar, Banjar agung udik, dan PEKON Banjar agung ilir sendiri selaku penggerak suwadaya pembangunan gorong-gorong yang ambruk digantikan dengan jembatan dari pohon kelapa yang hanya sementara dan sudah tidak layak untuk dilalui pengendara kendara’an roda dua, dan roda empat.
Tokoh masyarakat dusun Merabung tiga PEKON Banjar agung ilir, Sutrisno” kami selaku warga masyarakat yang terhimpun dari (4) PEKON ini, bersepakat untuk membangun gorong-gorong ini kembali dengan cara mengumpulkan dana dengan sukarela sehingga terjadinya terrealisasi pembangunan ini, karna sudah banyak korban pengendara roda dua, dan roda empat yang jatuh kedalam siring tersebut, dan dari jebolnya gorong-gorong ini dari pihak pemerintah pekon hususnya Banjar agung ilir, sudah mengajukan proposal ke pemerintah kabupaten terkait, PUPR, dan BPBD kabupaten Tanggamus, hingga sekarang tidak ada tindak lanjutnya” sehingga kami punya inisiatif untuk melakukan suwadaya yang didukung dari Empat PEKON ini.
” Kami selaku warga masyarakat sangat kecewa dengan adanya proposal kami hanya tidur di meja kedua instansi terkait, yang mana tidak adanya tindak lanjutnya terkait proposal dari PEKON kami Banjar agung ilir” ucapnya.
Drs.Sahrawi kepala Pekon Banjar Agung Ilir ” membenarkan yang mana pada hari kamis 21 Agustus 2025. Kami dari empat PEKON mengumpulkan dana untuk suwadaya mengganti dengan gorong- gorong yang baru dengan besi anyaman dan dicor sehingga lebih kuat dari yang dulu, alhamdulilah dari kerjasama empat PEKON kami bisa membangun gorong-gorong jalan yang satu-satunya menuju ke jalan lintas barat yang ada di PEKON Banjar agung udik.

” Saya sering menerima laporan dari warga saya yang mana jebolnya gorong-gorong tersebut digantikan dengan jembatan dari pohon kelapa, yang mana sipat nya hanya sementara, dan sering terjadi korban yang melintas menggunakan roda dua, dan roda empat jatuh kedalam siring tersebut. Kami juga sudah capek mengajukan proposal ke dinas terkait PUPR dan BPBD kabupaten Tanggamus, hingga menjelang dua tahun proposal kami tidak ada tindak lanjutnya, sehingga kami mengambil langkah untuk membangun gorong-gorong ini dengan Suwada dari empat PEKON”. (Zainal)












Komentar