Hancur dan Berlubang Tergenang Air Jalan Ama Raden Desa Cibening Butuh Perhatian Pemkab Bekasi.

TKN94.COM Kab. Bekasi Daerah dengan penghasilan PAD tertinggi di Jawa Barat tak berhasil dalam program pemerataan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan dalam RPJMD Kabupaten pada pose periode Bupati tahun berjalan – perubahan APBD.

Masih banyak potret wajah buruk di bidang insfratruktur jalan di pelosok Pedesaan yang tak layak di lihat dan dirasakan pemanfaatan gunanya untuk masyarakat umum. Seperti yang terlihat di jalan poros Ama Raden Desa Cibening Kecamatan Setu Bekasi yang menghubungkan antara Kantor Desa Cibening Kecamatan Setu dan Kantor Desa Cikedokan Kecamatan Cikarang Barat dimusim penghujan bergenangan air tak layak dilintasi bahkan tak pantas dilihat sebagai wajah gerbang sebuah kantor pemerintahan.

” Kami warga hanya bisa pasrah pada kebijakan dan kemampuan pemerintah daerah dalam hal ini pihak pemerintah Kecamatan Setu yang merasa nyaman ketika lintas lewat di Jalan Ama Raden Desa Cibening ini pak’ kami ikut ikutan saja dengan rasa yang sama.” Ucap warga setempat yang namanya tidak mau dipublikasikan kepada wartawan targetkasusnew.com

Miris, padahal perencanaan Pemkab Bekasi pada tahun 2024, Kabupaten Bekasi menargetkan penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan rincian,
Pajak daerah bertambah sebesar Rp 85 miliar, Retribusi daerah bertambah sebesar Rp 18,2 miliar, Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp 11,7 miliar lebih. Selain itu, Kabupaten Bekasi juga mengalokasikan anggaran belanja daerah sebesar Rp 7,7 triliun lebih untuk belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Untuk menggenjot PAD, Pemerintah Kabupaten Bekasi mencetak secara massal sebanyak 1.213.326 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2), masih ada jalan di pelosok Pedesaan yang buruk tak layak digunakan dan dilintasi. (Kyt)

PEMKO BINJAI

Komentar