TARGETKASUSNEW.COM,Samosir-Dukungan besar melalui program-program jalur pembangunan serta memajukan suatu daerah tertinggal (Desa),Pemerintah pusat memberikan bantuan Dana kepada setiap daerah-daerah yang tertinggal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Juga setiap tahunnya pemerintah pusat mengeluarkan Bantuan Dana dengan nominal yang bervariasi (sesuai kebutuhan).”Pemerintah pusat selalu mengharapkan agar setiap suntikan Dana Bantuan yang diberikan kepada daerah-daerah yang tertinggal dapat dikelola dengan baik.

Diketahui,Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui APBD
Kabupaten atau Kota, dan digunakan untuk membiayai Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan,Pembinaan Kemasyarakatan, dan Pemberdayaan Masyarakat yang disebut Dana Desa.
Pantauan Awak Media,Sejumlah bahan-bahan material yang ditemukan dilokasi,berupa Semen yang sudah tidak bisa dipakai lagi (Beku),serta diduga beberapa sisik kayu pohon pinus dan sejumlah papan dengan tebal ukuran kurang lebih 18 Cm yang di pakai untuk cetakkan beton serta papan informasi yang terpasang dengan sebutan (tulisan) yang kurang di pahami pengertiannya,Rabu (7/2/24).
Pasalnya,pengelolaan biaya pembangunan diduga sepertinya ada main mata di tubuh Tim Perangkat Penanggung Jawab Pelaksana Kegiatan di suatu Pekerjaan Pembangunan Jalan Rabat Beton yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran (T.A.2023) senilai Rp.153.006.551.00 (Seratus Lima Puluh Tiga Juta Enam Lima Puluh Lima Satu Rupiah).
Selain itu,Pekerjaan rabat beton tersebut dikerjakan telah melampaui batas waktu yang ditentukan (Tahun Anggaran) serta tanpa kejelasan yang dapat dipahami oleh sejumlah masyarakat desa.
Adapun Tim perangkat pembagunan Jalan Rabat Beton Desa Pardomuan Nauli terdiri dari Kepala Desa, Pendamping Desa, Ketua BPD Desa Pardomuan Nauli, Serta para Perangkat Desa (TPK).
Sementara itu, Seorang warga yang tidak ingin dituliskan namanya didalam pemberitaan kepada awak media mengatakan,Saya mewakili penduduk disini merasa sangat kecewa melihat hal ini,”ucapnya
“Kenapa kami kecewa,,,!!!! Iya disini orang Lae (Abang) kan bisa melihat bagaimana hasil dari pekerjaan ini, sementara pembangunan ini sangat kami (Masyarakat) butuhkan terutama kepentingan masyarakat,dan memang benar Lae (Abang) kami masyarakat ini tidak mengerti yang namanya Konsultan- Konsultan, Teknik-teknik entah apa lah namanya itu,”ungkapnya dengan nada kesal,Senin,(12/2/24).
Apa lagi melihat perangkat Desa ini, seharusnya perangkat desa kan bisa memperhatikan serta mengawasi setiap pekerjaan yang ada di desa ini,”
Sebutnya lagi
Jujur saja Lae (Abang) jika seperti ini terus-menerus bisa-bisa bagunan ini tidak akan bisa bertahan lama,serta manfaatnya akan sangat kecil untuk dirasakan,dan ayo lah kita sama-sama membuat yang bagus dan baik untuk desa kita terutama untuk manfaat kedepannya,”ucapnya lagi
Pemerintah sudah baik untuk menyediakan segalanya “Biaya Besar Mau Pun Kecil ” kenapa harus ada lagi yang ingin mempermainkannya,kenapa harus ada lagi….semoga saja lah hal ini bisa terbuka dan terungkap,serta pihak-pihak yang berwajib bisa mengadili manusia-manusia yang ingin memperkaya dirinya sendiri,”tambahnya
Perihal Pembangunan Jalan Rabat Beton tersebut Kepala Desa
Pardomuan Nauli Juden Simarmata
saat dikonfirmasi,Rabu (21/2/24)
via seluler dengan nomor kontak 0813 – **9* – **** yang diterima oleh Awak Media enggan menjawab.
Terpisah,Sekertaris Desa Pardomuan Nauli Arjuni Sinabariba
,Kamis (22/2/24) saat dikonfirmasi dengan nomor kontak seluler
0852- *2** – *022 yang diterima Awak Media perihal Pekerjaan Rabat Beton tersebut menjawab,sedang tidak dirumah.(FN/Rps)














Komentar