Penutupan Jalan di Pangururan Picu Keresahan,Warga Desak Pemerintah Bertindak

Penutupan Jalan di Pangururan Picu Keresahan,Warga Desak Pemerintah Bertindak

Samosir- Akses jalan umum di Jalan Lingkungan Sitakkaren, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, ditutup oleh seorang warga berinisial AN pada Selasa (2/9/25).

Penutupan jalan tersebut menimbulkan keresahan masyarakat lantaran berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk proses pembangunan rumah warga di sekitar lokasi.

Hendrik Sitanggang, salah seorang pekerja pembangunan rumah, mengaku sangat dirugikan akibat penutupan jalan yang telah berlangsung hampir dua bulan.

“Saya tidak tahu apa alasan bapak itu menutup jalan ini. Yang pasti, pekerjaan kami terhambat. Tukang dan pekerja tetap harus saya upah, tapi pekerjaan tidak bisa berjalan,” ujar Hendrik kepada wartawan.

Ia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat.

Menurutnya, pihak kelurahan telah menegaskan bahwa Jalan Lingkungan Sitakkaren berstatus sebagai jalan umum.

“Lurah bilang, ini jalan umum, jadi seharusnya bisa dipakai masyarakat,” tambahnya.

Lurah Pasar Pangururan, Tiodoran Br Manalu, saat dikonfirmasi juga menegaskan hal yang sama.

“Jalan Lingkungan Sitakkaren di Kelurahan Pasar Pangururan adalah jalan umum,” ujarnya singkat.

Berdasarkan data yang dihimpun, jalan tersebut merupakan fasilitas umum yang dibangun Pemerintah Kabupaten Samosir melalui dana APBD dan PAPBD Tahun Anggaran 2016 dengan nilai anggaran sebesar Rp100 juta.

Menurut narasumber,Proyek ini kala itu dilaksanakan oleh CV Panalaksak sebagai upaya peningkatan infrastruktur lingkungan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, akibat penutupan jalan, distribusi material bangunan seperti semen, kerikil, dan pasir menuju lokasi pembangunan rumah warga menjadi terhambat.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kesenjangan sosial antarwarga.

Hendrik Sitanggang menegaskan pihaknya telah melaporkan persoalan ini ke Polres Samosir, berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas.

Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah bersama kepolisian untuk segera menyelesaikan permasalahan ini agar tidak menimbulkan konflik sosial di tengah warga.(Tim).

Komentar