Tantangan Emosional Anak ADHD dan Cara Menanganinya

TKN94.COM,Anak ADH Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang sering terjadi pada anak usia dini, ditandai dengan gejala utama seperti kesulitan memusatkan perhatian, perilaku impulsif,  dan  hiperaktifitas  yang  tidak sesuai  dengan  tahap  perkembangan  anak.  Menurut  American  Psychiatric Association  (2013),  ADHD  memengaruhi  sekitar  5-7%  anak-anak  di  seluruh  dunia,  termasuk  di  Indonesia.   Fakta yang sering terjadi pada perubahan pola perilaku dari segi psikologinya terlihat pada suatu kondisi ketika  seseorang  memperhatikan  gejala-gejala  kurang  konsentrasi,  hiperaktif  dan  implusif  yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka(Santrock,2007).

Gangguan  ini dapat  mempengaruhi  kemampuan  anak  untuk  fokus  mengikuti  instruksi  serta berperilaku  sesuai  dengan  norma  sosial. Pada  anak  usia  5  hingga  6  tahun ADHD  sering  kali  terlihat  dalam  perilaku  yang  impulsif,  mudah  terganggu, serta  kesulitan  dalam  menyelesaikan  tugas  atau  aktivitas  yang  membutuhkan  perhatian  yang  lebih  lama.  Gejala-gejala  ini  dapat  mempengaruhi  performa akademis dan sosial anak yang tentunya akan berdampak pada perkembangan mereka  di  masa  depan (Muhajirin & Romli, 2024).

Karakteritik  dari  Anak  Penderita  ADHD  (Attention-Deficit  Hyperactivity Disorder):

Inattention (Ketidak Pedulian). Inattention/Inatensi bisa dibilang kesulitan mengendalikan perilaku karena mereka lebih suka melakukan  sesuatu  sesuai  kehendak  sendiri.  Seringkali  pada  penderita  gagal  memperhatikan  baik-baik  terhadap sesuatu  yang  mendetail  juga  seringkali  mengalami  kesulitan  memusatkan  perhatian.  Terkadang  tidak  suka  mendengarkan  jika  diajak  bicara  secara  langsung,  tidak  mengikuti  intruksi  dan  tidak  menjalankan  tugas serta kehilangan  barang/benda  yang  penting (Nurputeri et al., 2024).
Hiperaktif  adalah  gangguan  tingkah  laku  yang  tidak  normal  yang disebabkan disfungsi neurologia dengan gejala uatama tidak mampu memusatkan perhatian atau hiperaktif adalah anak  yang  mengalami  gangguan  pemusatan  perhatian.  Seriingkali  gelisah  dengan  tangan  atau  kaki  mereka, meninggalkan tempat duduk dirumah maupun berlarian atau naik-naik secara berlebihan dan berbicara berlebihan (Hidayati,  2015)
Impulsivitas,  yaitu  Tindakan  yang  memiliki  dorongan  untuk  mengatakan  atau  melakukan sesuatu Tindakan yang tidak terkendali. Contohnya, mereka sering memberikan
memberikan jawaban sebelum mendengarkan pertanyaan  dengan  selesai,  sering  mengalami  kesulitan  dalam  hal  bergiliran  dan  juga  sering dan   menginterupsi  atau menganggu orang lain.

Tulisan Annisa Aulia Pantas Br Tarigan ( kandidat .S.Psi. )

Komentar