Janji Masuk TNI, Uang Rp210 Juta Raib!


Banda Aceh , TKN94
Seorang pria bernama Agus (AS) menjadi korban dugaan penipuan bermodus penerimaan anggota TNI AD. Tak tanggung-tanggung, pelaku yang disebut-sebut merupakan oknum perwira berpangkat Letnan Dua (Letda) bernama Heriyanto, diduga menjalankan aksinya bersama sang istri, Martsyita.

Kasus ini bermula saat AS berkenalan dengan Letda Heriyanto di sebuah rumah makan di kawasan Blang Padang, Banda Aceh, pada 2 Januari 2023. Dalam pertemuan itu, Heriyanto memperkenalkan diri sebagai anggota panitia rekrutmen masuk TNI AD yang bertugas di Anjendam IM Banda Aceh.

Tak lama setelahnya, Heriyanto mengajak AS ke kediamannya dan memperkenalkan istrinya, Martsyita. Di rumah itu, Heriyanto menjanjikan bisa membantu anak AS masuk menjadi prajurit TNI AD dalam seleksi yang akan dibuka pada November 2023.

Martsyita ikut meyakinkan AS dengan berkata bahwa suaminya sering membantu proses masuk tentara dan selalu berhasil. “Kalau tidak lulus, uang akan kami kembalikan,” kata Martsyita saat itu, sebagaimana ditirukan oleh AS.

Mendengar hal tersebut, AS pun menyerahkan uang sebesar Rp210 juta sebagai biaya pengurusan. Heriyanto kemudian menempatkan anak AS di sebuah kos-kosan yang dikenal sebagai “Rumah Oren”, milik orang tuanya, yang terletak di dekat Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Namun kenyataannya, anak AS gagal lulus dalam seleksi. Saat AS menagih uang sesuai perjanjian, Heriyanto berkelit dan mengatakan uang belum bisa dikembalikan. Terjadi kericuhan dalam pertemuan itu, hingga Martsyita turun tangan dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut.

Sebagai jaminan, Martsyita menyerahkan satu lembar Akta Jual Beli atas nama Mariani yang beralamat di Dusun Cot Mancang, Kuta Baro, Aceh Besar. Surat perjanjian pun dibuat, menyebutkan bahwa uang akan dikembalikan paling lambat dalam waktu tiga bulan, terhitung sejak 4 April hingga 4 Juli 2023.

Namun hingga tenggat waktu berakhir, AS tak kunjung menerima uangnya kembali. Ia berulang kali mendatangi rumah pasangan tersebut, namun selalu mendapati rumah kosong. Diduga kuat, Letda Heriyanto dan Martsyita telah melarikan diri.

AS mengaku mendapat informasi bahwa Heriyanto bukan hanya menipunya, tetapi juga telah menipu banyak orang dengan modus serupa, termasuk penggelapan mobil rental.

Yang membuat situasi makin pelik, keluarga Martsyita, termasuk ibu dan kakaknya, disebut mengetahui keberadaan pasangan itu, namun enggan membantu dan hanya memberikan harapan kosong.

Kini, hampir dua tahun berlalu sejak uang diserahkan, janji pengembalian belum juga ditepati. AS berharap aparat penegak hukum bisa segera mengusut kasus ini dan memberikan keadilan atas kerugian yang ia alami.***

Komentar