EMPAT LAWANG, TKN94.COM – Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si, S.H, M.H, M.M kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional.
Kali ini, ia hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI sebagai Ketua Umum KAGEGAMA (Keluarga Alumni Geografi Gadjah Mada).
Dalam forum strategis tersebut, Dr. H. Joncik Muhammad menyampaikan, masukan penting terkait Sistem Pendidikan Nasional, khususnya mendorong agar mata pelajaran (Mapel) Geografi kembali dijadikan mata pelajaran wajib di sekolah.
“Geografi bukan sekedar pelajaran teori, melainkan pondasi penting dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap ruang, lingkungan dan kewilayahan Indonesia,” ujar dia, Kamis, 9 April 2026.
Ia menuturkan, bahwasanya pemahaman geografi memiliki peran besar dalam berbagai aspek, mulai dari mitigasi bencana hingga menjaga kedaulatan negara.
“Memahami ruang, mitigasi bencana, hingga kedaulatan wilayah adalah fondasi penting bagi generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI,” sebut dia.
Dalam RDP tersebut, Joncik juga menyoroti pentingnya literasi spasial sebagai bagian utama dalam sistem pendidikan nasional.
Ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengawal agar literasi spasial tidak diabaikan dalam kurikulum pendidikan.
“Ditengah tantangan global dan ancaman bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, kemampuan memahami kondisi geografis menjadi sangat vital,” papar dirinya.
Sebagai Ketua Umum KAGEGAMA, Joncik membawa aspirasi para alumni Geografi Universitas Gadjah Mada untuk memperkuat posisi ilmu geografi dalam dunia pendidikan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis agar generasi muda Indonesia tidak kehilangan pemahaman dasar tentang wilayahnya sendiri.
Kehadiran Joncik dalam forum DPR RI menjadi sinyal kuat bahwa daerah juga memiliki peran penting dalam membentuk arah kebijakan pendidikan nasional.
Dorongan menjadikan Geografi sebagai mata pelajaran wajib diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ruang, lingkungan, dan kebangsaan.
Dengan semangat kolaborasi, Joncik mengajak semua pihak untuk terus mengawal kebijakan ini demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih kuat dan relevan.












Komentar