Dampak Rusak dan Lemahnya Jembatan Penghubung Sergai–Deli Serdang, Warga Terpaksa Memutar Jauh Demi Jual Hasil Bumi

TKN94.com,,Sergai/Deli Serdang – Rusaknya jembatan penghubung dua kabupaten, Serdang Bedagai dan Deli Serdang, bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur. Ini soal urat nadi ekonomi rakyat yang kini tercekik. Jembatan yang selama ini menjadi akses vital distribusi hasil bumi warga, kini tak bisa lagi dilalui karena kondisi yang rapuh dan membahayakan.12/2

Akibatnya, para petani harus memutar hingga puluhan kilometer untuk bisa menjual hasil panen mereka. Biaya angkut melonjak, waktu tempuh bertambah, dan harga jual hasil bumi warga tergerus ongkos transportasi. Yang menanggung beban bukan pejabat, melainkan rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari kebun.

Warga menyebut kondisi jembatan sudah lama memprihatinkan. Struktur melemah, lantai jembatan rusak, dan kendaraan bertonase sedang pun tak lagi berani melintas. Namun hingga kini, belum terlihat langkah konkret dari instansi terkait untuk penanganan serius dan cepat.
Pertanyaannya, di mana peran pemerintah daerah? Apakah harus menunggu jembatan ambruk dan memakan korban jiwa baru ada tindakan?

Infrastruktur penghubung antar kabupaten bukan fasilitas kecil—ini jalur strategis yang menyangkut perputaran ekonomi, distribusi hasil pertanian, dan akses masyarakat.
Kerusakan ini juga berpotensi menghambat aktivitas pendidikan, kesehatan, dan mobilitas warga secara umum. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada petani , tetapi seluruh sendi kehidupan masyarakat di dua wilayah tersebut.

Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, serta instansi teknis terkait untuk segera turun tangan. Lakukan audit konstruksi, siapkan anggaran darurat, dan prioritaskan pembangunan atau perbaikan permanen. Jangan biarkan rakyat terus dirugikan karena lambannya respons birokrasi.
Rakyat butuh solusi, bukan janji. Infrastruktur bukan sekadar proyek—ia adalah tanggung jawab. Jika jembatan ini adalah penghubung ekonomi rakyat, maka membiarkannya rusak sama saja dengan memutus harapan hidup mereka.***

PEMKO BINJAI

Komentar