TKN94.com,Samosir – Dinamika antara Kelompok Tani Hutan (KTH) Koperasi Jasa Parna Jaya Sejahtera (PJS) dengan sebagian warga belakangan ini semakin mengemuka.
Perbedaan pandangan yang awalnya bersifat internal kini berkembang menjadi polemik terbuka, bahkan diwarnai saling tuding di tengah masyarakat, Jumat (30/1/26).
Sejumlah warga menyampaikan keberatan terhadap pola pengelolaan dan komunikasi yang dinilai belum sepenuhnya transparan.
Mereka mempertanyakan dampak lingkungan atas kegiatan pelaksanaan tersebut serta ekonomi yang dirasakan.
Beberapa pihak bahkan menyebut adanya potensi kerugian, meskipun hal tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi resmi.
Di sisi lain, pihak KTH Koperasi Jasa Parna Jaya Sejahtera (PJS) disebut menegaskan bahwa seluruh kegiatan telah dijalankan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
Mereka menilai tudingan yang berkembang tidak sepenuhnya berdasar dan dipicu oleh miskomunikasi serta perbedaan persepsi di lapangan.
Persoalan legalitas dan administrasi juga turut menjadi sorotan publik.
Sebagian masyarakat meminta adanya keterbukaan terkait dokumen perizinan, struktur kepengurusan, serta laporan pengelolaan.
Hingga saat ini, belum ada forum terbuka yang mempertemukan kedua belah pihak untuk memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada masyarakat luas.
Situasi ini mendorong harapan agar Pemerintah Kabupaten Samosir melalui dinas terkait dapat berperan sebagai mediator, guna memastikan persoalan diselesaikan secara objektif dan transparan.
Dialog terbuka dinilai menjadi langkah penting untuk meredam ketegangan serta mencegah konflik berkepanjangan yang dapat berdampak pada keharmonisan sosial dan keberlanjutan atas pengelolaan hutan.
Masyarakat Kabupaten Samosir diimbau untuk tetap bijak menyikapi informasi yang beredar dan mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau sesuai fakta dan klarifikasi yang diperoleh di lapangan.(Tim).











Komentar