TKN94.Com,Mandailing Natal-Diduga telap uang kas dan uang pembuatan KTA anggota yang tidak jelas keberadaannya menjadi pertanyaan semua pihak,kesewenangan pengurus terhadap pekerja dan anggotanya.Uang KTA juga telah di kutip langsung sebesar Rp 50.000 dalam pengurusan KTA hingga kini tidak terealisasi.
Menurut keterangan sumber yang dapat di konfirmasi bahwa kutipan uang pengurusan KTA sudah di kumpulkan beberapa bulan lalu oleh pengurus PUK FSP PP SPSI kebun Simpang Gambir.
5/1
Uang kas yang di bayarkan oleh anggota juga tidak di ketahui rimbanya.Karena di setiap bulannya uang Cos tidak pernah ada tunggakan.Namun pembayaran sebagai setoran dianggap nunggak.Pertanyaannya kemana uang KAS anggota FSP PP SPSI kebun Simpang Gambir di gunakan pengurusnya?
“Kami sebagai anggota hanya meminta hak kami,karena di setiap bulannya kami tidak pernah tidak potong sebagai uang iuran.Begitu juga dengan uang pengurusan KTA udah beberapa bulan yang lalu sampek sekarang belum ada.
Serta sikap mengayomi pengurus kepada anggota juga tidak melayani dengan baik.
Kami hanya minta kejelasan hak kami sebagai anggota SPSI”Jelas pekerja anggota FSP PP SPSI PTPSU Simpang Gambir yang tidak mau di sebut namanya.
Ketua suprianto alias umpruk,sekretaris saprizal pahlevi,bendahara armen di pengusan PUK FSP PP SPSI PTPSU Simpang Gambir menjadi pertanyaan semua pihak atas kinerjanya.
Terdengar kabar bahwa bendahara atas nama Armen juga gelah mengundurkan diri beberapa minggu yang lalu.Ada apa dengan bendahara,wajib di pertanyakan.
Sangat jelas yang di duga telap uang kas dan uang pengurusan KTA di kantongi secara pribadi olah ketua PUK FAP PP SPSI PTPSU Simpang Gambir dan pengurs lainnya.Minta kepada Pengurus Cabang Kab.Mandailing Natal agar segera menhambil sikap dan tindakan.Serta Perusahaan PTPSU Simoang Gambir dapat menjebatani permasalah ini hibgga tuntas sebagai mitara FSP PP SPSI dan Perusahaan.red
















Komentar