TKN94.COM,//Samosir- Makam Raja Sidabutar di Tomok, salah satu situs budaya Batak yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur ukiran unik, resmi direnovasi dan kembali diresmikan penggunaannya.
Renovasi ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar mendiang politisi senior Sabam Sirait bersama istrinya, Sondang Sidabutar, orangtua dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait.
Peresmian renovasi dilakukan langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Sondang Sidabutar, Shinta Maruarar Sirait, dan Pembina Social Gracia Community Lina Nurdin Tampubolon, Selasa (26/8/25).
Renovasi Lengkap dan Penataan Kawasan
Perbaikan mencakup pengecatan, penataan bangku, pemasangan bendera, penataan area sakral, serta pembaruan taman.
Selain itu, juga dibentuk tim khusus untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan makam. Fasilitas pendukung lain seperti kamar mandi/toilet di komplek makam dan pelabuhan Tomok juga ikut direnovasi.
Bupati Vandiko mengungkapkan apresiasi mendalam atas perhatian keluarga besar Sabam Sirait.
“ Perhatian yang diberikan keluarga besar Sabam Sirait, khususnya Opung Sondang, sangat berarti bagi pelestarian budaya Batak sekaligus pengembangan pariwisata Samosir.
Kami berterima kasih atas kepedulian ini, semoga menjadi inspirasi bagi para perantau untuk turut membangun kampung halaman,” ujar Vandiko.
Harapan dan Komitmen Pemerintah
Bupati Vandiko menegaskan Pemkab Samosir siap berkolaborasi menjaga kelestarian situs budaya tersebut.
“Kalau ada kendala, mohon disampaikan kepada Pemkab Samosir agar kita bersama-sama merawatnya. Kami siap bekerja sama untuk pelestarian dan kenyamanan wisatawan,” tegasnya.
Selain itu, Vandiko juga meminta dukungan komunitas dan perantau asal Samosir agar terus berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dukungan dari Keluarga Sabam Sirait
Dalam kesempatan itu, Sondang Sidabutar berharap renovasi ini dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Makam Raja Sidabutar. Ia menekankan pentingnya generasi muda menjaga budaya Batak.
“ Generasi muda harus ingat budaya Batak, termasuk ciri khas uning-uningan, agar tidak hilang. Saya senang bisa pulang dan melihat langsung perhatian untuk leluhur,” ungkapnya.
Shinta Maruarar Sirait juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Samosir atas dukungan selama proses renovasi.
“ Kami berharap ke depan pemerintah bisa ikut memberikan edukasi agar masyarakat lebih kompak menjaga lingkungan dan pedagang mendapatkan manfaat yang merata,” ucapnya.
Social Gracia Community Beri Sentuhan Sosial
Pembina Social Gracia Community, Lina Nurdin Tampubolon, menambahkan bahwa renovasi ini bukan hanya bentuk pelestarian situs budaya, tetapi juga sarana menanamkan nilai hormat kepada leluhur.
Ia menyampaikan bahwa komunitas ini konsisten melakukan aksi sosial di berbagai daerah.
“Hidup yang paling indah adalah memberi dan berbagi, sekaligus membangkitkan budaya untuk memajukan pariwisata. Kami bersyukur dapat menjadi bagian kecil dari upaya melestarikan sejarah Raja Sidabutar,” tutur Lina.
Selain renovasi, keluarga besar Sabam Sirait bersama Social Gracia Community juga menggelar kegiatan sosial berupa pembagian sembako, pendampingan pengrajin eceng gondok, bantuan mobil ambulans, hingga pembangunan Creative Hub di Samosir.
Dengan rampungnya renovasi, Bupati Samosir mengajak semua pihak untuk ikut mempromosikan pariwisata Samosir.
“Silakan nikmati keindahan Samosir, bantu sebarkan lewat media sosial, dan sampaikan masukan untuk perbaikan ke depan,” pungkas Vandiko.
(Tim).









Komentar