TKN94.COM//Samosir — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, seharusnya menjadi momentum penuh sukacita dan kebersamaan.
Sekitar 500 peserta yang terdiri dari lansia, anak-anak PAUD, pelajar SD hingga SMP, ikut serta memeriahkan acara desa tersebut,sabtu(16/8/25).
Namun,semarak perayaan itu tercoreng akibat kekecewaan warga terhadap pembagian konsumsi yang tidak merata. Setiap peserta hanya menerima tiga potong kue basah/kering dalam satu kemasan, sementara panitia mengaku hanya memperoleh 75 kotak snack dari pihak penyedia yang sebelumnya berjanji menanggung seluruh kebutuhan konsumsi/snack acara.
“Masak sekelas hotel bintang empat hanya memberikan 75 kotak saja.Janji mereka untuk menyediakan konsumsi bagi peserta jelas tidak ditepati.
Kita masyarakat bukan tidak bersyukur, tapi ini tidak masuk akal,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa kepada awak media.
Salah satu Ketua Panitia HUT RI Desa Simarmata,membenarkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan proposal resmi kepada Hotel Labersa sebelum acara.
“ Kami sudah koordinasi jauh-jauh hari, Proposal pun sudah diterima pihak hotel, dan mereka menyanggupi membantu konsumsi.
Tapi kenyataannya, saat hari H, hanya 75 kotak yang diberikan,tentu ini sangat mengecewakan peserta dan panitia,” ujarnya.
Sementara itu, R.Simarmata salah seorang tokoh masyarakat Desa Simarmata, menilai hal ini sebagai bentuk ketidak seriusan dari pihak hotel.
“Perayaan kemerdekaan ini acara sakral, kalau sudah ada janji, seharusnya ditepati,jangan membuat malu desa dan mengecewakan masyarakat.Kami minta pertanggung jawaban yang jelas,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Hotel Labersa belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan wanprestasi tersebut.
Warga menilai, jika benar hotel berkelas hanya memberikan 75 kotak snack untuk ratusan peserta, maka hal itu mencoreng citra profesionalisme sekaligus melukai rasa kebersamaan di momentum sakral HUT RI.
Masyarakat kini menunggu kejelasan sekaligus tanggung jawab dari pihak hotel agar kejadian serupa tidak kembali mencederai perayaan kemerdekaan di kemudian hari.(Tim).









Komentar