Hoaks Beredar! Keuchik Tidak Pernah Terima Uang untuk Intervensi Kasus

Bireuen TKN94
Terkait degan isu yang beredar di media online pada Rabu  26/3/2025 tentang dugaan keuchik setempat menerima uang sebesar Rp: 20.000.000 (dua puluhan juta rupiah )  untuk biaya pengurusan perkara yang sedang ditangani Polres Bireuen itu.

Kemudian dari awak media target kasus news menemui Keuchik Teupin kupula kecamatan Jeunieb kabupaten Bireuen di kediaman nya sekaligus mengkonfirmasi tentang isu yang sedang beredar itu, kamis  ( 27/3/2025 )

Dari hasil konfirmasi degan Keuchik, dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya menerima uang Rp 20 juta untuk mengurus kasus pengeroyokan yang menyebabkan kematian seorang pria berinisial IY (45), warga Blang Lancang. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan menyesatkan.

Menurut Keuchik, setelah insiden pengeroyokan yang terjadi di desanya, pihak keluarga pelaku memang datang menemuinya untuk meminta bantuan dalam upaya membebaskan para tersangka yang telah diamankan oleh pihak kepolisian. Saat itu, mereka menyerahkan uang sebesar Rp 20 juta. Namun, setelah mempertimbangkan mengintervensi hukum. Saya memang sempat menerima uang itu, tetapi saya kembalikan karena saya tidak bisa dan tidak mau memenuhi permintaan mereka,” tegas Keuchik.

Kronologi Kejadian

Kasus ini bermula ketika IY diduga mencuri sebuah televisi yang kemudian disembunyikan di semak-semak di Dusun Matang Girek, Desa Blang Lancang. Saat melintas di Dusun Setia, Desa Teupin Kupula sekitar pukul 03.30 WIB, ia diadang oleh lima pria yang langsung melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Menyikapi peristiwa tersebut, Keuchik segera mengumpulkan perangkat desa dan menggelar rapat di meunasah. Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa kelima pelaku pengeroyokan  siap apa bila di panggil pihak kepolisian agar mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku ,kemudian pada lima pelaku mengatakan siap

Keuchik Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Berita Hoaks

Keuchik menyesalkan adanya berita yang tidak benar dan menyesatkan terkait perannya dalam kasus ini. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar serta meminta semua pihak untuk mengklarifikasi sebelum menyebarkan berita yang dapat merugikan pihak lain.

“Saya berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi. Jangan sampai berita yang tidak benar malah menimbulkan fitnah dan merusak nama baik seseorang,” ujarnya.

Keuchik juga menegaskan bahwa ia hanya menjalankan tugasnya sebagai kepala desa dengan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
( Chan )

Komentar