BIREUEN , TKN94
Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T. dan Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, M.T. menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Kabupaten (RKPK) Tahun 2026 yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Kecamatan Peulimbang, Jalan Medan–Banda Aceh, Kamis (13/3/2025).
Musrenbang ini turut dihadiri oleh kepala bidang dari Dinas Pertanian, Sekretaris Dinas Pertanahan, Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan Abinas, Ketua DPRA, serta unsur Forkopimcam dari tiga kecamatan: Peulimbang, Jeunib, dan Peudada.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Razuardi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun Bireuen dengan pendekatan yang terbuka dan partisipatif. Ia menyatakan bahwa pembangunan hanya dapat berhasil jika pemerintah dan masyarakat berjalan seiring.
“Hari ini saya hadir bukan sekadar untuk berbicara, tetapi juga untuk mendengarkan langsung keluhan dan harapan masyarakat. Karena pembangunan yang baik adalah yang berangkat dari kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Pada forum tersebut, sejumlah anggota DPRK Bireuen menyampaikan berbagai permasalahan yang perlu segera ditangani, di antaranya kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Peudada yang dinilai menimbulkan dampak lingkungan. Saat hujan deras, sampah dari TPA terbawa air dan kembali ke pemukiman warga melalui saluran air (pari-pari), sehingga menimbulkan keresahan.
Warga berharap Bupati Mukhlis memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini karena dampaknya juga dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Peulimbang.
Masalah lain yang mencuat adalah kondisi infrastruktur, terutama jembatan yang rusak berat. Jembatan gantung di Desa Tuepi Pantai dan Lampoh Hazad butuh perbaikan segera, sementara jembatan kerangka baja di Desa Blang Raya nyaris putus. Sementara itu, jembatan di Desa Lawang Agung hanya ditopang batang kelapa, yang bila putus akan memutus satu-satunya akses menuju desa lain.

Musrenbang kali ini mengusung tema “Meningkatkan Infrastruktur, Daya Saing, dan Kemandirian Fiskal Daerah yang Didukung oleh Sumber Daya Manusia Inovatif dan Berbudaya Islami.”
Kehadiran Bupati Mukhlis dalam forum ini menjadi momentum penting, mengingat ini adalah pertama kalinya beliau turun langsung ke tengah masyarakat sejak dilantik sebagai Bupati.
“Saya ingin memastikan bahwa setiap rencana pembangunan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tidak boleh ada program yang hanya berhenti di atas kertas. Semua harus terealisasi dan berdampak nyata,” tegas Mukhlis.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, inovatif, dan berakar pada nilai-nilai agama. Momentum Ramadan ini, menurutnya, menjadi ajang refleksi dan kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik.
Dalam sesi tanya jawab, para tokoh masyarakat dan keuchik aktif menyampaikan aspirasi, salah satunya terkait dana desa yang belum disalurkan selama tiga bulan. Mereka mempertanyakan bagaimana kepala desa dapat menjalankan program tanpa dana operasional.
“Ini pertama kalinya kami bisa berbicara langsung dengan Pak Bupati sejak beliau dilantik. Kami berharap kepemimpinan beliau membawa perubahan nyata,” ucap salah satu tokoh masyarakat.
Arah Pembangunan Kabupaten Bireuen Tahun 2026 difokuskan pada tiga poin utama:
1. Pertumbuhan dan Pemanfaatan Ekonomi Sektor Unggulan: Peningkatan produksi, produktivitas, pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, dan perlindungan sosial.
2. Peningkatan Infrastruktur Berbasis Tata Ruang: Pembangunan dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan perencanaan wilayah.
3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Mencakup akses kesehatan, kualitas keluarga, kesetaraan gender, masyarakat inklusif, ketentraman, ketertiban, dan pelaksanaan syariat Islam.
Di akhir acara, Bupati Mukhlis menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung hasil Musrenbang tersebut.
“Saya tidak ingin hasil Musrenbang ini hanya menjadi dokumen. Semua yang telah dibahas harus diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat Bireuen,” pungkasnya.
(Chan)









Komentar