TKN94.COM, Tanggamus, Lampung – Sebuah mobil Toyota Innova Reborn dengan plat nomor BE 1493 JD menjadi sasaran amuk massa di wilayah Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.
Video pendek yang merekam insiden ini beredar luas di media sosial, memperlihatkan kondisi mobil yang rusak dan seorang pria yang babak belur dikerumuni warga.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pengemudi mobil diduga terlibat dalam insiden tabrak lari, yang kemudian memicu pengejaran. Selain itu, muncul juga dugaan bahwa kendaraan tersebut terlibat dalam aksi pencurian, yang semakin memanaskan situasi.
Dalam sebuah pesan suara yang beredar, disebutkan bahwa kendaraan melintas di Pringsewu sebelum akhirnya mengambil jalur menuju Ambarawa. Warga yang mendengar adanya pencurian mobil langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya mobil tersebut terperosok ke selokan di Pekon Jati Agung.
Rekaman video lainnya menunjukkan ribuan warga ikut dalam pengejaran. Beberapa orang terlihat membawa pentungan kayu, sementara seorang lainnya mencoba menenangkan massa agar tidak melanjutkan aksi kekerasan, mengingat pengemudi sudah dalam kondisi babak belur.
Berdasarkan informasi dari warga, pengemudi mobil yang menjadi korban amukan massa diketahui bernama Safrudin, Kepala Pekon Way Manak, Kecamatan Pugung, Tanggamus.
“Infonya tabrak lari, tapi pas dikejar malah diteriakin maling,” ujar seorang warga Pugung.
Warga Way Manak, Pugung lainnya juga membenarkan bahwa pria yang menjadi korban merupakan kepala pekon mereka. Namun, hingga kini belum ada keterangan pasti mengenai kronologi kejadian.
“Itu kepala pekon kami. Untuk kronologis lengkapnya kami belum tahu, karena kejadian itu tadi malam. Dari informasi yang beredar, awalnya ada tabrakan, lalu diteriaki maling dan akhirnya dimassa warga,” kata salah seorang warga.
Hingga saat ini, masih dihimpun informasi dari pihak kepolisian, sebab belum ada pernyataan resmi apakah kasus ini benar-benar melibatkan tabrak lari dan pencurian, atau hanya kesalahpahaman yang berujung pada aksi main hakim sendiri. (Zainal)
















Komentar