Rumah Terendam, Jalan Rusak – Banjir Geulumpang Payong Kritis!

TKN94.COM,Bireuen,– Banjir besar kembali melanda Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Meluapnya sungai akibat tanggul yang rendah dan rapuh membuat air dengan mudah menerjang permukiman warga pada Sabtu (15/2/2025). Akibatnya, puluhan rumah terendam, aktivitas warga lumpuh total, dan akses jalan terganggu.

Kepala Desa Geulumpang Payong, Husaini, menyebutkan bahwa banjir ini bukan kejadian pertama. Setiap musim hujan, desa ini selalu menjadi langganan banjir karena kondisi tanggul sepanjang 250 meter di sisi utara Jalan Banda Aceh-Medan terlalu rendah dan tidak mampu menahan derasnya aliran sungai.

“Sudah bertahun-tahun kami menghadapi masalah ini. Setiap kali hujan deras, rumah warga terendam, jalanan berubah menjadi sungai, dan aktivitas lumpuh total. Kami lelah dengan janji-janji, kami butuh solusi nyata!” tegas Husaini.

Sejak Jumat malam, hujan deras mengguyur tanpa henti, menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga. Air setinggi 30-50 cm menggenangi rumah-rumah serta fasilitas umum, membuat warga kesulitan beraktivitas.

Tak hanya itu, banjir juga berdampak besar pada petani dan pedagang kecil. Lahan pertanian terendam, hasil panen rusak, dan akses jalan terputus, membuat mereka kesulitan berdagang atau membawa hasil pertanian ke pasar.

Selain merusak infrastruktur, genangan air yang bertahan lama meningkatkan risiko penyakit menular, seperti diare, leptospirosis, infeksi kulit, hingga demam berdarah. Husaini mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, desa ini bisa mengalami krisis kesehatan akibat buruknya sanitasi pasca-banjir.

“Ini bukan sekadar gangguan sementara, ini ancaman yang bisa merenggut nyawa jika tak segera ditangani. Pemerintah jangan menunggu korban jiwa baru bertindak!” ujarnya.

Selain itu, jalan utama desa yang menjadi penghubung ke pusat kota mulai mengalami kerusakan akibat tergerus arus air. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi ini bisa semakin memperparah keterisolasian desa dan menghambat perekonomian warga.

Kepala Desa Geulumpang Payong meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera membangun tanggul yang lebih kokoh dan tinggi guna mencegah banjir susulan.

“Kami tidak butuh bantuan sementara, kami butuh tindakan nyata! Jika ini terus diabaikan, bencana yang lebih besar pasti akan datang,” pungkasnya.

Masyarakat Geulumpang Payong berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Jika tidak ada tindakan nyata, desa mereka terancam terus menjadi langganan banjir dengan kerugian yang semakin besar setiap tahunnya.

(Chan)

Komentar