TKN94.COM,Bireuen, – Pembangunan Smart Green House Drip System di Kabupaten Bireuen mengalami keterlambatan, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga dan kelompok tani. Proyek yang bersumber dari APBN 2024 ini baru mencapai 75 persen dan belum menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Proyek dengan nilai Rp 480 juta per unit ini tersebar di empat kecamatan, yaitu:
Kecamatan Peulimbang (Desa Seunebok Nalan – KWT Tani Sejahtera)
Kecamatan Pandrah (Desa Blang Samagadeng – KWT Bungong Meulu)
Kecamatan Simpang Mamplam (Desa Meunasah Dayah – KWT Dayah Barona)
Kecamatan Samalanga (Desa Geuleumpang Payong – KWT Cap Orang Tani)
Namun, berdasarkan pantauan Target Kasus News pada Minggu (10/2/2025), ditemukan bahwa pengerjaan proyek di beberapa lokasi terhenti selama 15 hari terakhir, tanpa ada informasi resmi mengenai kelanjutan proses pembangunan.

Salah seorang ketua kelompok tani, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini mereka tidak mendapatkan kepastian kapan proyek akan kembali dilanjutkan.
“Sudah lebih dari dua minggu tidak ada pekerja yang datang. Kami juga tidak tahu pasti kapan pengerjaan akan kembali berjalan. Informasinya, pekerja dipindahkan ke lokasi lain,” ujarnya.
Ia berharap proyek ini dapat segera diselesaikan, mengingat keberadaan Smart Green House sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Ketika dikonfirmasi, pihak pengawas proyek menyatakan bahwa pengerjaan akan segera dilanjutkan dan diselesaikan secara serentak. Namun, saat ditanya terkait jadwal pasti, ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut.
“Kami akan menyelesaikan proyek ini dalam waktu dekat. Saat ini saya sedang bertugas di Aceh Tengah untuk memantau proyek lainnya,” ujar pengawas proyek melalui sambungan telepon.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan warga mengenai kepastian dan komitmen dalam penyelesaian proyek sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Desa Seunebok Nalan, Mustafa, turut menyoroti keterlambatan ini dan meminta agar pihak pelaksana kembali berkoordinasi dengan pemerintah desa, sebagaimana yang dilakukan saat awal proyek dimulai.
“Kami berharap proyek ini bisa segera diselesaikan tepat waktu. Koordinasi antara pelaksana dan pemerintah desa sangat penting untuk memastikan keberlanjutan proyek ini,” tegas Mustafa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk mempercepat penyelesaian proyek. Warga berharap agar pemerintah daerah dapat turut mengawasi dan memastikan proyek ini rampung sesuai perencanaan, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat.
(Chan)










Komentar