TKN94.COM,Bireuen,– Sebuah jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh. Jembatan yang menghubungkan Desa Bantayan dan Kota Rusep ini telah berusia puluhan tahun dan hingga kini belum mendapat perbaikan dari pemerintah daerah.
Keuchik Bantayan, Adeit, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut dibangun melalui APBD tahun 1986/1987 dan saat ini sudah tidak layak digunakan.
“Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama bagi anak sekolah dan petani. Namun, kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan bagian tengahnya sudah patah. Jika hujan deras, air sungai meluap hingga menutupi badan jembatan,” ujar Adeit, Rabu (9/2/2025).
Akses Utama Warga Terancam
Jembatan ini menjadi jalur utama bagi masyarakat dari sembilan desa, yaitu Paton Bili, Blang Sama Gadeng, Kota Rusep, Garut, Gampong Blang, Seneubok Baro, Cot Leubing, Bantayan, dan Meunasah Tengo. Selain digunakan untuk aktivitas harian, jembatan ini juga berperan penting bagi pelajar yang pergi ke sekolah serta petani yang mengangkut hasil pertanian mereka.
Kondisi jembatan yang rusak membuat warga was-was saat melintas, terutama pada malam hari karena tidak adanya penerangan jalan. Risiko kecelakaan semakin tinggi akibat struktur jembatan yang sudah lapuk dan tidak stabil.
Desakan Perbaikan dari Pemerintah
Masyarakat setempat mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut. Warga berharap Pj. Bupati Bireuen, Jallaludin, maupun Bupati terpilih, H. Muklis, dapat memberikan solusi atas permasalahan ini.
“Kami berharap pemerintah segera meninjau kondisi jembatan ini. Jangan sampai ada korban baru ada tindakan,” kata seorang warga.
Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah agar akses transportasi mereka kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
(Chan)









Komentar