TKN94.COM, Bireuen,
Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., meresmikan revitalisasi Cagar Budaya Situs Sejarah Habib Bughak (Habib Abdurrahman bin Alwi bin Syekh bin Ahmad Al Habsyi) di Gampong Pante Peusangan, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Jumat (7/2).
Peresmian ini dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Pj Bupati Bireuen, jajaran kepala dinas dan kepala bidang Kabupaten Bireuen, Camat Jangka, Danramil 07 Jangka, serta perwakilan keluarga besar Habib Bughak Al-Asyi.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur menegaskan bahwa pelestarian situs sejarah sangat penting dalam memperkuat identitas budaya dan keislaman Aceh. “Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah agar generasi mendatang tetap mengenal nilai-nilai budaya dan agama yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” ujar Dr. Safrizal ZA.
Sebagai tanda resmi peresmian, Pj Gubernur menandatangani prasasti revitalisasi situs, yang mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian sejarah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, menjelaskan bahwa proyek revitalisasi ini mencakup pembangunan sarana dan prasarana di sekitar makam Habib Bughak dengan nilai kontrak sebesar Rp1,725 miliar.
“Revitalisasi ini merupakan bentuk apresiasi terhadap sejarah dan warisan budaya kita. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, kita harapkan situs ini dapat berkembang menjadi pusat edukasi serta wisata religi di Bireuen,” ujar Almuniza.
Sementara itu, perwakilan keluarga besar Habib Bughak menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Aceh atas perhatiannya dalam menjaga peninggalan leluhur.
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi peran pemerintah dalam membangun kembali situs ini. Kami berharap pembangunan ini terus berlanjut demi kepentingan generasi mendatang,” ungkap perwakilan keluarga.
Setelah peresmian, Pj Gubernur dan rombongan berziarah ke makam Habib Bughak untuk mengirimkan doa. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan keluarga besar Habib Bughak menyampaikan aspirasi agar pemerintah membangun akses jalan yang lebih baik menuju makam.
Menanggapi hal itu, Pj Gubernur meminta pemerintah gampong dan Kabupaten Bireuen untuk segera mengurus pembebasan lahan. “Jika lahan sudah dibebaskan, pemerintah Aceh siap membantu dalam penganggaran pembangunan jalan,” tegasnya.
Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperkokoh nilai-nilai sejarah dan keislaman di Aceh, tetapi juga meningkatkan potensi wisata religi di Kabupaten Bireuen.
(Chan)












Komentar