KECAMATAN PANDRAH MENGADAKAN GERAKAN BERSAMA  CEGAH  REMBUK STUNTING TAHUN 2025

TKN94.COM,, pandrah
Pemerintah Kecamatan pandrah kabupaten Bireuen menggelar rembuk stunting tingkat kecamatan  tema “gerakan bersama  cegah rembuk stunting ” kegiatan musyawarah untuk membahas dan mengatasi masalah stunting di tingkat desa atau komunitas. Program ini bertujuan untuk menyusun program dan strategi yang efektif untuk menurunkan angka stunting  di kecamatan pandrah dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan,di jalan  Medan – Banda Aceh no km 189,  (30/01/2025).

Selanjutnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong dan Pemberdayaan Keluarga Berencana , Ir. Mukhtar Abda, M.Si.( DPMG PKB )  , menegaskan bahwa program pemberdayaan didesa akan terus difokuskan pada upaya penurunan stunting.

“Kami juga mendorong agar alokasi dana desa diprioritaskan untuk program-program kesehatan ibu dan anak, termasuk perbaikan gizi dan peningkatan cakupan imunisasi dan mengatakan rembuk stunting tingkat kecamatan merupakan langkah penting yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama, dengan komitmen dan aksi yang intens baik itu dari pemerintah,

Tim Penggerak PKK, Kader posyandu, bidan desa, dan semua lintas sektor, karena hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pencegahan stunting.ujar Mukhtar

Hadir dalam acara stunting Lettu Infanteri Rusli Danramil /10 Pandrah berserta Babinsa, Kapolsek Pandrah Iptu Hariono dam Babinkamtibmas Mukhtar , kadis DPMG  PKB,  Irmawati,S.P , camat Pandrah Saifuddin, S.K.M. M.Kes., Sekcam Safrizal ,S,T, kasi PMG Saifuddin S.sos,  pendamping desa Eriyani S,T , para Keuchik- ,Ka, UPTD. Ka, puskesmas dinas kesehatan,dinas sosial, PKH, Bappeda, PD, PLD, KPM,

Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah kecamatan dalam menekan angka stunting terutama yang ada ke kecamatan pandrah kabupaten Bireuen

Hasil kegiatan rembuk stunting akan menjadi dasar gerakan penurunan stunting kecamatan melalui integrasi program/kegiatan yang dilakukan lintas sektor dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Ia mengajak semua lintas sektor melakukan segala upaya sehingga target Kecamatan maupun Pemerintah Daerah dalam penurunan angka stunting bisa terealisasi.

Ditambahkannya, untuk pemberian makanan tambahan (PMT), tingkat kehadiran anak ke posyandu, SDM Kader Posyandu serta apa saja penyebab anak menjadi stunting, perlu diperhatikan dan menjadi catatan penting bersama dalam melakukan intervensi stunting.

pencegahan stunting ini dapat memberikan dampak signifikan dalam meminimalisir kesehatan, mau pun gizi anak yang kurang sehingga masyarakat lebih sehat baik jasmani dan rohani nya
( Chan )

PEMKO BINJAI

Komentar