TKN94.COM,Samosir- Tidak lama lagi akan digelar secara serentak pemilihan kepala daerah tingkat kabupaten/kota di wilayah Indonesia tepatnya pada bulan November mendatang, khususnya di Kabupaten Samosir ada yang sedikit berbeda.
Memasuki bulan September suasana dunia perpolitikan di wilayah kabupaten Samosir menjelang Pilkada tahun ini sedikit memanas.
Diketahui,pegawai negeri sipil (PNS) tersebut bernama Bilmar Sidabutar yang berprofesi sebagai Dokter Muda di Puskesmas Harian.
Pasalnya, Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengetahui sejumlah kasus
pidana yang terjadi pada Dinas kesehatan dan Puskesmas Harian secara khusus diduga menerima perlakuan yang tidak baik dari atasannya atas perihal tersebut.
Akibatnya,dari hasil pengungkapan kasus pidana yang membelit pada Dinas Kesehatan dan Puskesmas Harian pegawai negeri sipil (PNS) tersebut menerima sangsi pemecatan dari atasannya atas perihal tersebut.
Belakangan diketahui,dr.Bilmar Sidabutar
telah melakukan upaya hukum kepada Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara (BPASN) bertempat di Jakarta.
“Dia juga berharap agar kasus pidana yang dituduhkan kepadanya dapat dibuka ke publik secara transparan.
Dikutip dari informasi serta berbagai sumber serta layak terpercaya adapun
dugaan-dugaan kasus yang sedang dilaporkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) diantaranya ;
– Kasus Penggelapan Asset Puskesmas Harian yang ditangani Kejati Sumatera Utara.
– Kasus Tanda Tangan Palsu yang ditangani oleh Polda Sumatera Utara.
– Temuan Badan Pemeriksa Keuangan Terkait Dana Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas Harian Tahun Anggaran 2023.
dr.Bilmar Sidabutar ketika dikonfirmasi lewat via selulernya dengan nomor kontak 0821-****-*251 yang diterima oleh targetkasusnews.com menyampaikan,secara khusus dan pribadi saya akan lawan sebab semua fitnahan-fitnahan yang dituduhkan mereka-mereka itu kepada saya ini sudah sangat mencoreng nama baik saya beserta keluarga,”katanya pada Minggu (25/8/24).
Jangan lah karena politik saya jadi terkena imbasnya di buat mereka-mereka itu, apalagi disuruh untuk menutupi segala kesalahan-kesalahan atau pun kasus yang ada di Dinas Kesehatan dan Puskesmas Harian,atas perbuatannya mereka-mereka itu terhadap saya Anak-anak serta keluarga sudah terkena beban mental,”jelasnya
Dan saya yakin atas jerih payah serta usaha yang dilakukan pasti akan ada jalan serta pembuktian,saya akan lawan dan membuktikan dan saya yakin…Tuhan maha adil,”pungkasnya.
Dilokasi,seorang pegawai Puskesmas Harian yang tidak mau dituliskan namanya menyampaikan, pegawai disini dilarang memberi keterangan dan kesaksian kepada pihak eksternal terutama media,”ucapnya Senin (26/8/24) kepada targetkasusnews.com
“Jangan lah lagi sama saya ditanya-tanya Abang (ito)…saya takut…kalau apa langsung aja lah sama pimpinan kami,”jelasnya Ketika saat disinggung perihal kebenaran aset yang hilang
Targetkasusnews.com telah berupaya untuk melakukan konfirmasi perihal tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Kab.Samosir dan Kepala Puskesmas Harian namun belum ada jawaban.
Sementara itu,Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom via selulernya dengan nomor kontak 0857-****-**33 yang diterima targetkasusnews.com saat dikonfirmasi pada Selasa (20/8/24) perihal tersebut belum ada jawaban hingga pemberitaan ini sampai dimeja redaksi.(DS/Tim).










Komentar